Pembaruan Terkini Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • aqidahsalafshalih 7:31 pm on September 4, 2012 Permalink | Balas
    Tags: , , , , , , , ,   

    Cara Menanggulangi Terorisme dalam Sistem Khilafah Islamiyah 

    Oleh: Hafidz Abdurrahman

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, “terorisme” diartikan sebagai penggunaan kekerasan untuk menimbulkan ketakutan dalam usaha mencapai suatu tujuan, terutama tujuan politik. Pelakunya disebut teroris, yaitu orang yang menggunakan kekerasan untuk menimbulkan rasa takut, biasanya untuk tujuan politik (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi Kedua, Balai Pustaka, Jakarta, cet. IV, 1995, 1048).

    Jika kita menggunakan definisi ini, maka masalah terorisme ini bisa dipetakan menjadi dua: Pertama, tindakan kekerasan yang melanggar hak orang lain, yang menyebabkan hilangnya harta, nyawa dan kehormatan. Kedua, kekacauan, instabilitas politik dan keamanan.

    Terorisme: Crime Again Humanity

    Sebagai agama dan ideologi yang lengkap dan sempurna, Islam telah memberikan solusi yang jelas dan tegas terhadap kedua poin di atas. Tindakan teror, baik secara verbal maupun fisik, sama-sama diharamkan oleh Islam. Nabi menyatakan, “Siapa saja yang meneror orang Islam demi mendapatkan ridha penguasa, maka dia akan diseret pada Hari Kiamat bersamanya.” (Lihat, as-Suyuthi, Jami’ al-Masanid wa al-Marasil, VII/44). Teror yang dimasuk di sini bisa berbentuk verbal maupun fisik. Demikian juga hadits Nabi, “Siapa yang menghunus pedang terhadap seorang Muslim, maka benar-benar telah menumpahkan darahnya.” (Lihat, as-Syaibani, Syarah as-Sair al-Kabir, I/6). Kedua hadits ini jelas mengharamkan tindakan teror. Karena itu, tindakan ini dianggap pelanggaran syar’i (mukhalafah syar’iyyah), dan merupakan bentuk krimininal (jarimah).

    Dalam Islam, setiap pelanggaran ada sanksinya, sesuai dengan bentuk dan kadarnya. Jika tindakan teror yang dilakukannya menyebabkan hilangnya nyawa orang banyak, maka menurut mazhab Hanafi, orang tersebut harus dibunuh, tidak perlu membayar diyat. Namun, menurut Imam as-Syafii, itu belum cukup. Selain harus dibunuh, dia diwajibkan membayar diyat kepada seluruh keluarga korban. Alasannya, karena nyawa yang dia renggut lebih dari satu. Jika di-qishash, maka nyawanya hanya berlaku untuk satu korban, sementara korban yang lain belum mendapat bagian. Karena itu, dia wajib membayar diyat, agar defisit qishash tersebut bisa ditutup (Lihat, as-Sarakhsi, al-Mabsuth, III/99).

    Namun, jika tindakan teror yang dilakukan tidak sampai menyebabkan hilangnya nyawa, tetapi hanya menimbulkan hilangnya anggota badan, maka Islam menetapkan diyat untuk masing-masing. Dengan ketentuan: (1) Jika anggota badan tersebut hanya mempunyai satu organ, maka jika organ tersebut terluka, wajib dibayar 100 unta; (2) Jika terdiri dari dua organ, dan yang terluka hanya salah satu, seperti telinga sebelah kiri, maka wajib dibayar 50 unta; (3) Jika terdiri dari sepuluh bagian, seperti jari, maka setiap jari wajib dibayar 10 unta. Diyat ini berlaku, jika organ tersebut hilang. Namun, jika hanya terluka, dan luka tersebut luka dalam, maka diyat yang harus dibayar adalah sepertiga (Lihat, al-Maliki, Nidzam al-‘Uqubat).

    Demikian juga terkait dengan harta yang dirusak, dan kehormatan wanita yang direnggut, semuanya ada balasannya. Semuanya ini telah dirinci dan dibahas oleh para fuqaha, dan banyak kita temukan rinciannya di dalam kitab-kitab fiqih mereka. Inilah ketentuan Islam terkait dengan teror yang mengakibatkan hilangnya nyawa, harta dan kehormatan, dilihat dari aspek tindakan kriminalnya.

    Terorisme: Ancaman Keamanan

    Dampak yang diinginkan oleh aksi teror, sebenarnya bukan hanya menghilangkan nyawa, harta dan kehormatan, tetapi untuk mengganggu keamanan dan menciptakan kengerian di tengah-tengah masyarakat. Aksi teror ini termasuk dalam kategori kegiatan yang bisa mengancam keamanan, meski bukan satu-satunya. Sebab, masih ada kegiatan lain yang bisa mengancam keamanan.

    Sebut saja, murtad dari Islam, bughat (memberontak) baik disertai aksi perusakan, pembakaran, sabotase dan pendudukan pos-pos vital di dalam negara, disertai dengan serangan terhadap kepemilikan individu, umum dan negara, atau memisahkankan diri dari negara dengan mengangkat senjata dan melakukan perang terhadap negara. Selain itu, termasuk aktivitas yang mengancam keamanan adalah perompakan, pembajakan, merampok harta dan menghilangkan nyawa pemiliknya. Juga serangan terhadap harta orang awam, baik dengan mencuri, merampok maupun korupsi; serangan terhadap jiwa mereka, baik dengan memukul, melukai maupun membunuh, serta serangan terhadap kehormatan mereka, baik dengan pembunuhan karakter, tuduhan berzina maupun menzinai. Selain aktivitas yang jelas-jelas mengancam keamanan tadi, ada aktivitas lain yang dilakukan oleh Ahl Raib, Muslim maupun non-Muslim yang bekerja sama dengan negara kafir harbi untuk menghancurkan negara Islam. Ini juga termasuk aktivitas yang bisa mengancam keamanan negara.

    Terhadap masing-masing aktivitas tersebut, Islam telah menetapkan hukum yang jelas dan tegas. Orang murtad, termasuk mereka yang mengemban dan menyebarkan paham sesat, baik dengan embel-embel Islam maupun tidak, jika sebelumnya Muslim, maka dia diminta bertaubat, dan diberi waktu tiga hari. Jika dalam waktu tersebut tidak bertaubat, maka dia harus dibunuh. Terhadap bughat (memberontak) baik disertai aksi perusakan, pembakaran, sabotase dan pendudukan pos-pos vital di dalam negara, disertai dengan serangan terhadap kepemilikan individu, umum dan negara, namun tidak mengangkat senjata, maka mereka harus dihentikan oleh polisi. Jika polisi tidak mampu, maka bisa meminta bantuan tentara. Namun, jika mereka mengangkat senjata dan melancarkan perang, maka mereka harus diperangi. Dalam hal ini, selain polisi, tentara bisa dilibatkan, hingga mereka berhasil dilumpuhkan. Namun, sebelumnya, mereka harus diminta untuk kembali, meletakkan senjata dan taat kepada negara. Jika tidak bersedia, baru diperangi.

    Terhadap perompakan, pembajakan, merampok harta dan menghilangkan nyawa pemiliknya, mereka harus diberantas oleh kepolisian untuk dihabisi, karena perang melawan mereka bukan perang untuk memberi pelajaran, tetapi untuk membasmi. Mereka bisa dibunuh, dipotong tangan dan kakinya secara menyilang, disalib dan dibuang ke luar kota. Ada yang cukup dipotong tangan dan kaki secara menyilang, tidak dibunuh. Atau, ada yang hanya dibuang, tidak dipotong tangan dan kakinya, dan tidak dibunuh. Semuanya sesuai dengan tindakan yang mereka lakukan.

    Demikian juga serangan terhadap harta orang awam, baik dengan mencuri, merampok maupun korupsi; serangan terhadap jiwa mereka, baik dengan memukul, melukai maupun membunuh, serta serangan terhadap kehormatan mereka, baik dengan pembunuhan karakter, tuduhan berzina maupun mezinai, maka negara bisa mengawasi, mengontrol dan menghukum mereka dengan menerapkan hukum-hukum peradilan yang terkait.

    Semuanya ini dilakukan berdasarkan bukti, dan tidak boleh ada sanksi apapun yang dijatuhkan kepada mereka hanya karena “diduga”. Sebab, prinsip pengadilan dalam Islam adalah, al-ashl bara’tu ad-dzimmah (asas praduga tidak bersalah). Islam membolehkan dilakukannya penangkapan, jika ada indikasi kuat yang mengarah kepada pelaku, agar bisa ditanya. Meski begitu, dengan tegas Islam mengharamkan penyiksaan, teror dan sejenisnya terhadap orang yang diduga atau dituduh sebagai pelaku. Islam mengharamkan aktivitas spionase terhadap mereka, termasuk menyadap telpon, email dan sebagainya.

    Namun, larangan spionase tersebut dikecualikan terhadap Ahl Raib. Meski boleh jadi mereka adalah Muslim, tetapi karena keterkaitan mereka dengan orang Kafir Harbi fi’lan, dan kebolehan untuk memata-matainya, maka hal yang sama juga berlaku terhadap Ahl Raib ini. Meski demikian, kebolehan tersebut dibatasi dengan dua syarat: Pertama, jika Departemen Perang dan Keamanan Dalam Negeri menyatakan, bahwa hasil pengawasannya membuktikan mereka terlibat dengan negara kafir harbi fi’lan. Kedua, hasil pengawasan tersebut kemudian diserahkan kepada Qadhi Hisbah, dan Qadhi Hisbah menyatakan bahwa aktivitas mereka bisa membahayakan Islam dan kaum Muslim. Jika dua syarat ini terpenuhi, maka negara melalui Departemen Keamanan Dalam Negeri bisa memata-matai mereka. Namun, jika dua syarat tersebut tidak terpenuhi, tidak boleh.

    Dengan cara seperti itu, negara akan bisa menyelesaikan masalah terorisme dari akar-akarnya. Solusi yang dibangun berdasarkan fakta kejahatan yang memang benar-benar telah dilakukan oleh pelakunya, bukan sekedar dugaan, apalagi rekayasa demi kepentingan politik penguasa komprador dan majikannya. Wallahu a’lam.

     

     

     

     
  • aqidahsalafshalih 7:32 pm on September 3, 2012 Permalink | Balas
    Tags: , , , , , , , ,   

    Rekayasa Polisi dalam Kasus Teror di Solo 

    JAKARTA (voa-islam.com) Dinilai lakukan kejanggalan-kejanggalan dalam penyergapan di Solo, Densus didesak bekerja secara profesional dan proporsional, jangan arogan, represif, memeras dan memungli masyarakat.

    Indonesian Police Watch (IPW) menilai peristiwa penggerebekan kelompok teroris di Solo yang dilakukan Densus 88 sangat janggal. Menurut Ketua Presidium IPW, Neta S Pane, ada tiga kejanggalan dalam penggerebekan yang terjadi pada Jumat (31/8/2012) malam itu.

    Kejanggalan pertama, kata Neta, pistol yang disita dari tertuduh teroris yang terbunuh adalah jenis Bareta dengan tulisan ‘Property Philipines National Police’. Padahal, sebelumnya Kapolresta Solo Kombes Asdjima’in menyebutkan senjata yang digunakan menembak polisi di Pos Pengamanan (Pospam) Lebaran adalah jenis FN kaliber .99 milimeter (mm).

    …apakah orang yang ditembak polisi itu, benar-benar orang yang menembak polisi di Pospam Lebaran atau ada pihak lain sebagai pelakunya…

    “Pertanyaannya apakah orang yang ditembak polisi itu, benar-benar orang yang menembak polisi di Pospam Lebaran atau ada pihak lain sebagai pelakunya,” kata Neta dalam keterangan tertulisnya, Ahad (2/9/2012).

    Kedua, ia menambahkan, Bripda (sekarang Briptu) Suherman, anggota Densus 88 tewas akibat tertembak di bagian perut. “Ini menunjukkan anggota Densus 88 dalam bertugas yang bersangkutan tidak sesuai dengan Standard Operational Procedure (SOP) yang harus memakai rompi anti peluru,” katanya.

    Pertanyaannya apakah benar pada 31 Agustus 2012 malam itu, ada operasi Densus 88. “Jika ada kenapa anggota Densus 88 bisa teledor bertugas tidak sesuai SOP,” tanyanya.

    Ketiga, beberapa jam setelah penyergapan itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan Kapolri segera meninjau tempat kejadian perkara (TKP).

    “Padahal dalam peristiwa-peristiwa sebelumnya, hal itu tidak pernah terjadi, bahkan saat tiga kali penyerangan terhadap Pospam Lebaran itu, Presiden tidak bersikap seperti itu,” tuturnya.

    Pertanyaannya, lanjut dia, apakah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ingin membangun citra dan menarik simpati publik dari peristiwa Solo yang terjadi sebelumnya yang sempat memojokkan Joko Widodo, Wali Kota Solo yang saat ini menjadi Calon Gubernur DKI Jakarta.

    …Polri jangan arogan, represif, memeras dan memungli masyarakat. Polri harus bekerja secara profesional dan proporsional…

    Karena itu, IPW menganalisa meski Densus 88 sudah melakukan penyergapan di Solo tapi teror dan penembahkan terhadap polisi tetap menjadi ancaman.

    “Sebab rasa kesal sebagai masyarakat terhadap polisi kian memuncak,” cetusnya.

    Selama lima bulan pertama pada 2012, terdapat 11 polisi yang dikeroyok masyarakat.

    “Untuk itu, IPW mengimbau Polri agar mengubah sikap, perilaku dan kinerjanya. Jangan arogan, represif, memeras dan memungli masyarakat,” ujarnya, sambil menambahkan bahwa Polri harus bekerja secara profesional dan proporsional. [taz/trb]

    ========================================================================

    JAKARTA (voa-islam.com) Anggota Komisi III DPR, Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati, mempertanyakan motif Densus 88 Polri melibatkan media massa saat “beraksi” menangani kasus terorisme.

    “Saya ingin pertanyakan, apa yang membuat Densus 88 saat surveilence mengapa melibatkan begitu banyak media elektronik?” ujar Susaningtyas dalam rapat kerja Komisi III dan Kapolri Jenderal Timur Pradopo di Gedung DPR, Jakarta, Senin (3/9/2012).

    Menurutnya, pelibatan media massa saat tugas penanganan terorisme justru menimbulkan tanda tanya dan kejanggalan.

    Susaningtyas juga menyoroti lemahnya kinerja dan koordinasi Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri dalam tugas antisipasi konflik dan terorisme. “Pak Kabaintelkam, apa yang sesungguhnya yang sudah dilakukan anak buah bapak di lapangan,” sindirnya.

    Ia juga menyindir Kapolri yang “kurang cakap” menempatkan SDM di Baintelkam. “Saya khawatir di Baintelkam hanya sebagai tempat orang yang tidak happy di tempat lain,” imbuhnya.

    Susaningtyas juga merasa heran dengan “gerakan” Densus 88 yang sangat cepat menyimpulkan bahwa dua orang yang digerebek dan ditembak di Jalan Veteran I, Tipes, Solo, pada 31 Agustus 2012 lalu, adalah teroris.

    “Mengapa begitu cepatnya menyimpulkan teroris. Kan teror itu suatu pekerjaan yang membuat orang panik, membuat panggung sehingga media jadi fokus,” tegas politisi Partai Hanura yang dipindahkan dari Komisi I ke Komisi III itu. [Widad/trb]

    ========================================================================

    JAKARTA (voa-islam.com) Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Ansyad Mbai akhirnya menuding Amir Jamaah Ansharut Tauhid (JAT), ustadz Abu Bakar Ba’asyir berada dibalik ‘teror’ Solo yang menewaskan seorang polisi.

    “Iya (pelakunya JAT) itu dari Hisbah solo. Kemudian juga masuk di kelompok Mujahidin Jakarta. Bosnya, ya, tetap dia (Ba’asyir),” kata Ansyad di Istana Negara Jakarta, seperti dikutip tribunnews.com, Senin (3/9/2012).

    Bahkan, Ansyaad ngotot memastikan bahwa kedua pemuda tersebut adalah teroris. “Jangan ragu-ragu sama teroris, itu teroris. Jangan lagi diduga teroris. Karena sudah membunuh orang kok masih diduga teroris. Emang kalian takut sama teroris,” kata Ansyad.

    Menurutnya pula, tiga pemuda yang dibunuh maupun yang ditangkap adalah alumni Pondok Pesantren Al Mukmin, Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah. “Mereka itu baru keluar dari Ngruki,” katanya.

    Sementara itu, menanggapi Kepala BNPT Ansyaad Mbai, ustadz Son Hadi selaku Direktur JAT Media Center (JMC), membantah dengan keras tuduhan tersebut.

    Sebaliknya, ustadz Son Hadi menilai tuduhan itu hanyalah bualan Ansyaad Mbai. Bahkan ada ia melihat hal itu adalah intrik untuk menutupi sejumlah kejanggalan dalam penyergapan Densus 88, di Jl. Veteran, Solo, pada hari Jum’at (31/9/2012).

    “Ada intrik di balik bualan Ansyaad Mbai yaitu; satu, dia ingin lari dari tanggung jawab hukum atas tindakan brutal Densus 88 yang membantai aktivis Muslim. Padahal, seharusnya ia menjelaskan secara hukum, apa keterkaitan Farhan Cs dengan 3 peristiwa penembakan sebelumnya. Kenapa Farhan harus dibunuh? Sudah menjadi rahasia umum banyak kejanggalan dalam penembakan di Tipes, Solo.

    Kedua, kenapa jasad Suherman langsung dimakamkan tanpa diotopsi terlebih dulu sehingga publik tahu peluru siapa sebenarnya yang menyebabkan  tewasnya Farhan Cs,” papar ustadz Son Hadi kepada voa-islam.com, Senin (3/9/2012).

    Selanjutnya, ustadz Son, sapaan akrabnya, menilai Ansyaad Mbai tak layak memimpin sebuah lembaga negara lantaran tak menghormati asas praduga tak bersalah. “Asas praduga tak bersalah benar-benar tak dipatuhi oleh Ansyaad. Ini menunjukkan dia tak menghormati dan menegakkan hukum dalam pemberantasan terorisme. Lantas apakah pantas orang semacam ini memimpin lembaga negara?” ungkapnya.

    Selain itu, ustadz Son Hadi menilai Ansyaad telah melakukan penyesatan dan pembodohan publik. Hal ini terlihat dari pernyataan Anysaad yang simpang siur. Ansyaad mengatakan bahwa Farhan baru keluar dari Ngruki, padahal sebelumnya BNPT dan pihak kepolisian menyatakan Farhan baru pulang dari Filipina Selatan.

    “Yang jelas pernyataan Ansyaad menyesatkan sekaligus sebuah pembodohan publik oleh seorang kepala BNPT,” tandasnya. [Ahmed Widad]

    ========================================================================

    Eramuslim.com | Media Islam Rujukan, Solo, (forum-alishlah.com) – Lambannya pengungkapan kasus teror yang terjadi di kota Solo dari akhir bulan Ramadhan 1433 H (17/8/2012) sampai jatuhnya korban meninggal dari fihak kepolisian menunjukkan ada sesuatu yang tidak “beres” dalam penanganan kasus tersebut.

    Kejadian teror pertama kali terjadi sebuah penembakan Pos Pam Lebaran 1433 H di Perempatan Geblegan Serengan Solo (17/8/2012), aksi teror ke-2 yaitu pelemparan “Granat Nanas” dikawasan Gladag Solo (18/8/2012), kemudian disusul dengan penembakan Bripka Dwi Data Subekti di Pos Polisi Plaza Singosaren Solo kamis malam 30/8/2012 dan terakhir aksi “koboi” berupa tembak menembak antara tim Densus 88 dengan para terduga aksi teror sebelumnya.

    Kasus terakhir yang mungkin bisa dikatakan sebagai “gunung es” adalah aksi baku tembak antara tim Detasemen Khusus 88 (Densus 88) Anti Teror Mabes Polri dengan orang yang diduga sebagai pelaku aksi teror di Solo akhir-akhir ini.

    Menanggapi berlarut-larutnya penanganan dan pengungkapan kasus teror yang membuat resah warga Solo tersebut, Ustadz Sholeh Ibrohim, S.Th.I salah satu tokoh maysrakat di kota Bengawan ikut angkat bicara. Menurutnya, kasus teror yang terjadi di Solo hanyalah permainan politik fihak tertentu.

    “Ya kalau saya berpendapat seperti ini, bahwa kasus teror ini politik. Karena memang kasus yang meneror Solo ini tiga berturut-turut kok ini ternyata tidak segera tertuntaskan dan terkuak pada persoalan intinya, siapa pelaku-pelakunya”, jelasnya saat ditemui Kru FAI dikediamannya Jum’at siang 31/8/2012 (setelah penembakan di pos polisi Singosaren dan sebelum baku tembak di Tipes Solo).

    Saat diminta keterangannya lebih lanjut siapakah para pelaku aksi teror tersebut, beliaupun menjawab singkat yaitu aparatur negara sendiri. Sebab menurutnya, jika pelaku penembakan dan pelemparan granat itu di indikasikan oleh Densus 88 berasal dari umat islam, maka tentunya takkan butuh waktu lama bagi Densus 88 untuk menangkapnya, sebelum aksi teror tersebut dilakukan.

    “Saya sendiri dalam hal ini selaku pribadi memang itu sangat melibatkan dari unsur-unsur aparat sendiri (yang menjadi pelaku-red), indikasinya seperti itu. Karena kalau kasus dengan orang yang dianggap sebagai teroris (mujahidin-red) itu biasanya kan langsung ketangkap dalam beberapa waktu yang dekat sekali. Lha ini kan sudah berapa minggu sejak Ramadhan lalu sampai sekarang ini hingga jatuh korban, belum ada yang terkuak (siapa pelakunya-red)”, ungkap Ustadz Sholeh.

    Bahkan menurut salah satu staf pengajar Ponpes Al Mukmin Ngruki Solo ini, kasus teror Solo ada indikasi sebuah skenario didalamnya yang coba dimainkan.

    “Ya sebetulnya mereka kalau dibilang kecolongan ya,, tidak bisa juga seperti itu. Kalau dikatakan membiarkan, mereka nggak mau dikatakan demikian, karena dia sudah bekerja. Karena mereka kan punya intelejen. Ya,, kurang sigapnya saja dalam menangani semacam itu (kasus Solo-red) dan mengungkapnya, dan indikasinya ada skenario”, paparnya.

    Beliau-pun menegaskan, jangan dikira bila ada korban meninggal, kemudian hal itu dianggap sebagai sesuatu yang serius dan pembenaran bahwa kejadian tersebut bukan sebuah rekayasa, meskipun yang tewas dari fihak aparat. Bahkan, sebelum kejadian baku tembak di selatan Lotte Mart Tipes Solo yang menewaskan 2 orang terduga teroris dan 1 petugas Densus 88, Ustadz Sholeh sudah memprediksi akan ada aksi yang lebih besar dari sekedar penembakan Bripka Dwi Data Subekti.

    “Suatu saat nanti juga menurut saya akan ada yang lebih dari ini (penembakan polisi di Singosaren-red). Jadi tidak semua yang sampai jatuh korban itu bisa dikatakan sebagai sesuatu yang dibenarkan (bukan rekayasa-red), yaitu bukan dramatir dan rekayasa meskipun yang jatuh korban dari fihak mereka (kepolisisan-red)”, tegasnya.

    Ustadz Sholeh-pun kembali menegaskan keyakinannya kalau kasus teror di Solo ini hanyalah politisasi belaka. Meskipun beliau juga tidak menafikkan adanya jatuh korban meninggal dan luka-luka akibat aksi teror tersebut.

    “Ya,, politisasi, jatuhnya saya kesitu. Ya sebenarnya bisa juga pemilihan Gubernur atau bisa juga ingin mengkondisikan kota Solo yang Jokowi ada didalamnya ini mau dibuat kacau”, pungkasnya. (Abd/Kru FAI)

    ========================================================================

    VOA-ISLAM.COM Forum jihad Al Tawbah (at-tawbah.net) merilis pernyataan mujahidin yang menamakan dirinya “Sariyatu Tsa’ri wad Dawaa” atau berarti Sariyah (pasukan kecil) untuk Pembalasan dan Obat Penawar.

    Dalam rilis tersebut diungkapkan bahwa amaliah berbarokah di kota Solo beberapa waktu lalu merupakan pembalasan atas sikap pemerintah yang berusaha memberangus orang-orang yang memperjuangkan dienul Islam.

    Selain itu, dalam pernyataan tertanggal 1 September 2012 itu menyerukan kepada pemerintah agar menghentikan segala penindasan terhadap para mujahidin dengan dalih “memerangi terorisme.” Berikut ini adalah kutipan lengkap pernyataan tersebut.

     
    بسم الله الرحمن الرحيم

    الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين, وبعد .

    قال الله تعالى :
    قَاتِلُوْهُمْ يُعَذِّبْهُمُ اللهُ بِأَيْدِيْكُمْ وَيُخْزِهِمْ وَيَنْصُرْكُمْ عَلَيْهِمْ وَيَشْفِ صُدُوْرَ قَوْمٍ مُؤْمِنِيْنَ. وَيُذْهِبْ غَيْظَ قُلُوْبِهِمْ وَيَتُوْبُ اللهُ عَلَى مَنْ يَشَاءُ وَاللهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ .

    Artinya :
    “Perangilah mereka (orang-orang Kafir beserta antek-anteknya) itu, niscaya Allah akan mengadzab mereka dengan tangan-tangan kalian, (niscaya Allah akan) menghinakan mereka, (niscaya Allah akan) menolong kalian atas mereka, (niscaya Allah akan) mengobati dada-dada Orang Beriman. Dan (niscaya Allah akan) menenangkan Rasa Jengkel Orang Beriman. Dan Allah menerima Taubatnya orang-orang yang Ia kehendaki, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”.
    (QS. At-Tawbah : 14-15)

    Atas berkat Rahmat Allah Azza wa Jalla, Para Ikhwan Muwahhidun berhasil dengan idzin Allah Ta’ala memberikan sebuah Obat Penawar bagi Para Orang yang Beriman, sebuah Penyejuk Hati bagi Para Ikhwan yang dengan idzin Allah tertawan dan Keluarga Kaum Muslimin yang terbunuh oleh Para Antek-antek Orang Kafir Salibis dan Zionis dari kalangan Thoghut Pemerintahan Murtadin Republik Indonesia berserta Para Bala Tentaranya, dalam hal ini Pihak Kepolisian Republik Indonesia, dengan adanya beberapa Serangan Pembalasan dan Obat Penawar yang telah terjadi di Kota Solo yang terjadi beberapa waktu terakhir ini.

    Ini adalah Serangan Pembalasan atas kekejaman Thoghut Negeri ini yang telah berusaha memberangus Orang-orang yang berusaha memeluk Dienul Islam ini secara Murni dan Benar, mereka telah rela menodai Negeri Kaum Muslimin yang berbarokah ini dengan darah-darah Kaum Muslimin sendiri baik dari kalangan Para Ikhwan yang Berjihad maupun dari Kalangan Kaum Muslimin secara umum, demi untuk melayani Tuan mereka, demi mereka rela menjadi Jongos nya Syetan Amerika dan sekutunya, hanya untuk sebuah Imbalan balas Jasa dan reward yang tidak seberapa dibandingkan darah-darah Kaum Muslimin yang tertumpah.

    Ini adalah Serangan Obat Penawar untuk yang memberikan Penawar atas rasa Sakit Hati Kaum Muslimin yang selalu ditindas dan diperlakukan semena-mena oleh Sang Jongos Kepolisian Negeri ini, yang mereka membunuh sesuka mereka, yang mereka merampok sesuka mereka, yang mereka menawan sesuka mereka atas Kaum Muslimin yang baik-baik.

    Bagi Kaum Muslimin sekalian, ini adalah Hadiah Spesial untuk kalian. Untuk memberikan Semangat Baru dalam Beramal, baik secara Berjamaah maupun secara individual, bukankah Allah Ta’ala telah menyebutkan dalam Ayat-Nya yang mulia :

    فَقَاتِلْ فِي سَبِيْلِ اللهِ لاَ تُكَلَّفُ إِلاَّ نَفْسَكَ وَحَرِّضِ الْمُؤْمِنِيْنَ عَسَى اللهُ أَنْ يَكُفَّ بَأْسَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَاللهُ أَشَدُّ بَأْسًا وَأَشَدُّ تَنْكِيْلاً

    Artinya :
    “Maka berperanglah kalian fie Sabilillah, dan hal ini tidak dibebankan kecuali atas pribadimu, dan berilah Motivasi / Semangat kepada Orang Beriman untuk berperang, semoga Allah akan menahan serangan-serangan Orang Kafir, dan Allah itu Maha Besar Kekuatan-Nya dan Maha Keras Siksaan-Nya”.
    (QS. An-Nisa : 84)

    Kami serukan juga kepada kalian Wahai Para Thoghut NKRI beserta para punggawanya, berhentilah kalian menjadi Jongosnya Syetan Amerika dan sekutunya, khususnya dalam hal yang mereka sebut dengan “Memerangi Terorisme”, karena sesungguhnya jika kalian ikut campur tangan dalam masalah ini dan membantu Amerika beserta sekutunya, maka sesungguhnya kalian adalah Musuh Kaum Muslimin, dan juga Musuh kami bersama, karena sebagaimana kalian ketahui bahwa Syetan Amerika beserta sekutunya telah mengadakan Pembantaian besar-besaran terhadap saudara-saudara kami Kaum Muslimin di Palestina, Afghanistan, Iraq, Somalia, Yaman, dan yang lainnya.

    Waspadalah waspadalah…!!! Tentara Kaum Muslimin akan selalu ada dan senantiasa mengintai kalian di tempat-tempat Pengintaian, serta menargetkan sasaran-sasaran yang kalian lengah darinya. Maka berhati-hatilah…!!! Karena sesungguhnya kami tidak akan pernah tidur untuk kalian, hingga kalian berhenti Memerangi Kaum Muslimin dan berhenti menjadi menjadi Jongosnya Amerika yang notabenenya adalah Musuh Kaum Muslimin sedunia.

    Jika tidak, maka bersenang-senanglah kalian dengan Serangan-serangan yang lebih besar, yang akan segera menyusul tak lama lagi dengan idzin Allah Ta’ala.

    Dan untuk kalian wahai Para Pahlawan Islam, Haniean laka yaa Abthool, berbahagialan kalian Wahai Para Pejuang, sesungguhnya Allah Ta’ala tidak akan pernah mengingkari janji-Nya, sebagaimana yang telah ada dalam Kitab Taurat, Injil dan Al-Qur’an, dan Allah tidak akan pernah menyia-nyiakan pahala bagi Orang yang memperbagus amalannya.

    Allahu Akbar……
    {Dan Kemuliaan itu milik Allah, Rasul-Nya dan Orang-orang yang Beriman, akan tetapi orang-orang Munafik tidak mengetahuinya}

    Jangan lupa untuk selalu mendoakan Para Mujahidin dalam Doa-doa Khusyu’ kalian

    Sabtu, 1 September 2012
    14 Syawal 1433 H

    Dari Ikhwan kalian di :

    Sariyatu Tsa’ri wad Dawaa’
    Sariyah Pembalasan dan Obat Penawar

    ========================================================================

     
  • aqidahsalafshalih 10:25 am on August 22, 2012 Permalink | Balas
    Tags: , , , pilgub DKI, , ,   

    Bukti-Bukti Penipuan Jokowi-Ahok Oleh @TrioMacan2000 

    sumber: Chirpstory

    1. Bukti2 penipuan Jokowi Ahok sbb : Jokowi klaim sbg walikota terbaik Mayors Foundation tp faktanya masih tahap Nominasi

    2. Lembaga tsb pun bukan lembaga bergengsi dan memasukan nama Kandidat yg akan dipilih boleh dari siapa saja

    3. Ada beberapa kategori untuk nominasi tsb yang didasarkan pada berbagai benua. Sehingga pemenangnya pun terdiri dari beberapa orang

    4. Penentuan pemenang pun hanya berdasarkan dukungan yang masuk via internet dan bukan bersifat objektif. Siapa saja bisa menang

    5. Sesuai informasi yang kami terima ternyata ada pihak2 tertentu yg sengaja merekayasa nominasi jokowi utk tujuan pencitraan &popularitas

    6. Rencana pengkatrolan popularitas & pencitraan Jokowi tsb dilakukan oleh elit2 tertentu dan utk tujuan pribadi/golongannya

    7. Dlm waktu dekat ini kami akan ungkapkan scra detail siapa2 saja yg selama ini bermaim dibalik rekayasa popularitas & pencitraan jokowi

    7. Fakta menunjukan bhw jokowi bukanlah walikota yg sukses sbgmn menurut parameter yg berlaku ; PAD, pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan

    9. Fakta jg menunjukan bhw Solo adalah kota dgn prosentase penduduk miskin tertinggi dan angka itu naik setiap tahunnya

    10. Tahun 2011 saja, penduduk miskin Solo naik tajam menjadi 133.000 jiwa dari 560.000 jiwa penduduknya atau 22% !!

    11. Tingkat kejahatan, pemakai narkoba, pelacuran, penyelundupan/penjualan anak dan pengemis dsj di Solo adalah TERTINGI di Jawa Tengah !

    12. Popularitas Jokowi dgn strategi pendekatan pribadi ke warga2 berhasil menutupi kegagalan dan kebohongannya selama ini.

    13. Termasuk citra dirinya yg anti korupsi. Jokowi banyak kasus di Solo termasuk pelepasan aset pemkot scra langgar hukum ke Lukminto

    14. Banyak kasus2 korupsi Jokowi yg sempat terungkap namun ditutupi termasuk yg dilaporkan Mudrick Sangidu yg diintervensi oleh Megawati

    15. Semakin diselidiki semakin ketemu borok2 dan busuk2 dari Jokowi yg selama ini sangat cerdik menutupinya dgn penampilannya yg “lugu”

    16. Sesuai dgn misi akun ini yg anti kemunafikan dan korupsi pejabat2, kami terus membongkar rahasia kebusukan pejabat2 munafik

    17. Karena sesungguhnya pejabat munafik itu lebih dibenci Allah drpd pejabat yg zalim. Munafik itu jauh merusak kehidupan rakyat & negara

    18. Nanti kami buka semua ttg Jokowi pd kultwit berikutnya. Skrg ttg Ahok yg dicitrakan antikorupsi. Faktanya? Banyak korupsi di Beltim

    19. Kasus penambangan liar pasir kuarsa di kawasan hutan lindung G. Nayo, KKN nya di proyek2 APBD bersama Johan Cs, monopoli obat2an…

    20. Penggunaan dana APBD utk pembangunan jalan ke resort pribadinya, dll..termasuk keterlibatan basuki adiknya dlm korupsi puskemas

    21. Maaf, typo ..adiknya Ahok, Basuri. Yg skrg jadi Bupati Beltim. Belum lagi ttg deal busuk Basuki/ahok dgn Gub Beltim dlm kasus korupsi..

    22. Kasus itu sdh mau P21 alias disidangkan di pengadilan dgn tersangka Ahok alias Basuki T Puranama alias Basuki Indra alias Zhang Wan Xie

    23. Gub Babel Eko Maulana bantu petieskan kasus pidana Ahok ini dgn kompensasi Ahok mundur sbg Cagub pada Pilgub Babel Feb 2012

    23. Logika dan akal sehat sungguh tak dapat menerima knp Ahok mau mundur sbg cagub babel pdhl dia menurut survey sbg cagub terkuat?

    24. Integritas dan kinerja Ahok sama seperti Jokowi. Mereka setipe. Menutupi kebusukan dan kegagalan dgn rekayasa pencitraan palsu

    25. Rakyat pasti kecewa setelah tahu fakta sebenarnya. Kami pun jg. Kedua tokoh yg semula menjanjikan sosok pemimpin bersih ternyata PALSU

    26. Kebohongan demi kebohongan dibangun utk pencitraan. Kebohongan terakhir yg dilakukan oleh Ahok sangat telak. Apa itu?

    27. Ahok mengaku pada timsesnya bhw kami @TrioMacan2000 pertemu dia dan kemudian ngambek setelah pertemuan itu. Masya Allah. Astaghfirullah

    28. Berita palsu yg dituduhkan Ahok & timsesnya pd kami itu kemudian dimuat di media massa. Kami tentu kaget. Demi Allah tuduhan itu Fitnah

    29. Demi Allah kami tidak pernah ketemu dgn AHOK. Tidak juga pernah minta ketemu. HARAM hukumnya bagi kami ketemu dgn AHOK !

    30. Kami juga sdh tantang Ahok dan timsesnya yg beritakan tuduhan palsu itu utk buktikan. Kami siap bunuh diri, potong lidah atau apapun

    31. Namun, sdh 2 hari tantangan kami utk pembuktian tuduhan palsu itu tdk ditanggapi oleh Ahok dan timsesnya. Ada apa? Kenapa?

    32. Kenapa Ahok dan timsesnya tidak berani klarifikasi atau terima tantangan pembuktian?? Jawabnya : Mereka FITNAH !

    33. Akun ini dari awal sudah nyatakan tekad utk melawan kemunafikan, melawan korupsi, utk pencerahan. Tidak peduli siapa pun, kami sikat !

    34. Kebohongan2 yg telah ditunjukan oleh Jokowi, ahok dan timsesnya menjadi target utama kami utk dibongkar ke publik.

    35. Istana, oknum jaksa tinggi, menteri, anggota DPR dll sdh pernah kami buka kebusukan dan korupsinya. Alhamdulillah bbrp yg diproses KPK

    36. Bagi kami konsisten membongkar korupsi dan kemunafikan termasuk Jokowi Ahok adalah jihad fisabilillah. Kami tdk peduli popularitas

    37. Jika mau populer atau kejar follower, kami ikut saja mainstream/arus utama. Tapi itu adalah pengkhianatan thdp misi dan tujuan kami

    38. Kembali ke Jokowi, sdh nyata jelas dia tdk mau tandatangan perjanjian utk pertahankan 5 thn penuh jabatannya sbg Gub DKI jika terpilih

    39. Tetapi dikesankan bhw dia tidak mau deal2 dan transaksional dgn PKS. Lalu PKS yg dibully habis2an di media. Apakah itu kejujuran?

    40. Silahkan publik nilai sendiri siapa sebenarnya Jokowi-Ahok ini. Kami tdk ada urusan dukung mendukung. Kami hny mau ungkapkan kebenaran.

    41. Cukup sekian dulu. Ini semua masih pemanasan. Msh panjang kultwit2 selanjutnya yg akan bongkar kebusukan2 pejabat2 termasuk Jokowi-Ahok

    42. Terima kasih. Semoga bermanfaat. Salam kebenaran dan pencerahan. Aufklarung. Merdeka !!

     

     

     

     
  • aqidahsalafshalih 8:29 pm on August 16, 2012 Permalink | Balas
    Tags: , , , , ,   

    17 Agustus Sebagai Momentum Indonesia Bersyariah Menyongsong Khilafah 

    “Demokrasi Sistem Kufur, Haram Mengambilnya, Menerapkannya, dan Mempropagandakannya.” [Syaikh Abdul Qadim Zallum dalam Kitab Ad-Dimuqrathiyah Nizham Kufr: Yahrumu Akhdzuha aw Tathbiquha aw Ad-Da’watu Ilaiha].

    Kemerdekaan tak hanya ditampakkan sebatas terlepas dari penjajahan fisik yang dapat diperjuangkan melalui peperangan. Akan tetapi, kemerdekaan dari belenggu ideologi, pemikiran, dan hawa nafsu yang memperdaya umat manusia dan jauh atau bahkan menistai agama juga harus dilawan. Umat Islam Indonesia umumnya berperilaku dengan mengikuti pemimpinnya. Parahnya, pemimpin negeri ini telah terjangkiti penyakit cinta dunia, berorientasi materi dan uang, serta takut mati di jalan Allah. Akibatnya, perjuangan menegakkan Islam menjadi lemah, apalagi para pemimpin umat saat ini justru teracuni oleh subhat pemikiran dan syahwat kekuasaan.

    Semestinya kita kembali kepada orisinalitas Islam. Sebagai ilustrasi, banyak sekali yang dilakukan pemimpin muslim tapi tidak didasari oleh konsep shalat berjamaah. Tidak merekatkan barisan persatuan umat Islam sebagaimana layaknya shaf-shaf dalam shalat. Maka, tidak mungkin mendapatkan pertolongan Allah SWT. Bangunan umat sudah diletakkan dasarnya oleh Rasulullah saw. Akan tetapi, banyak bid’ah yang dilakukan dalam merekonstruksi umat. Ini penyebab yang paling mendasar ketertinggalan umat. Ditambah lagi adalah syahwat kekuasaan dan syubhat pemikiran yang melanda umat. Persatuan tak kunjung datang, yang terjadi malah perpecahan.

    Sudah sepatutnya kita mengikuti generasi awal (Salaf as-Shalih). Mereka adalah orang yang jujur akan janjinya. Mereka generasi yang dibentuk oleh Rasulullah. Mereka adalah sekelompok orang yang sangat berpengaruh, militan dan konsisiten memperjuangkan tegaknya nilai-nilai Islam. Orang seperti inilah yang tidak kita punyai saat ini. Kita dapat mengambil contoh dari rukun Islam seperti haji sebagai landasan bagaimana seorang muslim tidak boleh memisahkan antara urusan ibadah, keluarga, moral dengan masalah politik, pemerintahan, ekonomi, pidana, sosial dan semua aspek kehidupan. Apakah generasi awal Islam melakukan pemisahan-pemisahan antara yang privat dan publik, antara agama dan politik? Ingatlah ketika Haji Wada’ Rasulullah menyebutkan masalah akidah; kewajiban shalat lima waktu, zakat, dan puasa Ramadhan. Beliau juga menyatakan hukum seputar suami isteri, keharaman darah dan kehormatan umat Islam, kewajiban mentaati ulil amri, menyatakan masalah pemilikan harta, dan kewajiban menghapus segala bentuk riba. Semua itu menunjukkan bahwa Islam dan syariahnya itu harus diambil dan diterapkan secara keseluruhan. Dengan menghayati makna tersebut, maka ibadah haji akan memberikan semangat besar untuk mencampakkan sekulerisme dan mengadopsi serta menerapkan Islam dan syariahnya secara total.

    Oleh karena itu marilah kita memahami perjuangan umat Islam dalam sejarah Indonesia, atau lebih umum Nusantara ini. Sejak berdirinya Republik Indonesia, rakyat negeri ini umumnya telah ditipu oleh rezim-rezim penguasa. Umat Islam yang menduduki jumlah mayoritas telah disesatkan pemahamannya mengenai sejarah perjuangan Islam itu sendiri. Rezim yang berkuasa telah memanipulasi sejarah tersebut dengan seenaknya, sehingga umat Islam sendiri tidak mengenal dengan jelas sejarah masa lalunya. Malahan umat dihadapkan pada elit-elit politik Islam yang terkesan mengidap inferiority complex alias keminderan dengan identitas Islam. Mereka selalu mengelak jika dituding ingin menegakkan syariat Islam. Seolah syariat Islam adalah boomerang yang bisa menghancurkan karir politiknya, merusak reputasinya, bahkan menghambat laju popularitasnya. Islam tak lagi dianggap sebagai identitas yang menjual dalam panggung politik. Karena itu, bagi mereka politik identitas atau politik aliran sudah ketinggalan zaman. Koor ini disambut meriah oleh para politisi dan pengamat politik sekular.

    Atas nama persatuan dan kesatuan yang bertumpu pada pengkotak-kotakkan sistem negara-bangsa atau bisa disebut nasionalisme, kemajemukan, kebhinekaan, dan toleransi, banyak elit-elit politik Islam yang menghindar jika dituding sebagai bagian dari kelompok yang mempunyai agenda penegakkan syariat Islam dalam konteks berbangsa dan bernegara. Seolah-olah “cap” sebagai penegak syariat akan melunturkan citra politiknya dan membuatnya terasing dari pentas politik.

    Sebagai Muslim, janganlah kita melalaikan hukum Allah. Sebab, di awal surah Al-Maaidah sendiri yang mula-mula diberi peringatan kepada kita ialah supaya menyempurnakan segala ‘uqud (janji). Maka, menjalankan hukum Allah adalah salah satu ‘uqud yang terpenting diantara kita dengan Allah. Selama kita hidup, selama iman masih mengalir di seluruh pipa darah kita, tidaklah boleh sekali-kali kita melepaskan cita-cita agar hukum Allah tegak di dalam alam ini, walaupun di negeri mana kita tinggal. Moga-moga tercapai sekadar apa yang kita dapat capai. Karena Tuhan tidaklah memikulkan beban kepada kita suatu beban yang melebihi dari tenaga kita. Kalau Allah belum jalan, janganlah kita berputus asa. Dan kufur, zalim, fasiklah kita kalau kita pecaya bahwa ada hukum yang lebih baik daripada hukum Allah.

    Buya Hamka pernah mengatakan, “Adalah satu hal yang sangat tidak bisa diterima akal; mengaku diri Islam, mengikut perintah Allah dalam hal shalat, tetapi mengikuti teori manusia dalam pemerintahan…”

    Jadi, mulailah dari hari ini para generasi umat Islam Indonesia, ber-’azamlah dalam hati untuk menegakkan syariah di muka bumi pertiwi dan dunia. NKRI (Negara Khilafah Rasyidah Islamiyah) adalah harga mati!

     
  • aqidahsalafshalih 2:16 pm on August 16, 2012 Permalink | Balas
    Tags: , , , , , , , ,   

    Maklumat Sikap Politik FPI Terkait Pilgub DKI: Haram Memilih Pemimpin Kafir! 

    MAKLUMAT POLITIK FRONT PEMBELA ISLAM DKI JAKARTA

    Melihat :

    1. Al-Qur’an dan As-Sunnah serta Al-Ijma’ yang melarang umat Islam untuk menjadikan orang di luar Islam sebagai pemimpin.

    2. AD / ART FPI terkait Asasi Perjuangan FPI.

    3. FATWA DPP – FPI sejak berdiri pada Tahun 1998 yang mengharamkan umat Islam Indonesia untuk memilih, mengangkat dan menjadikan orang non Islam sebagai pemimpin di semua tingkatan pemerintahan, kecuali di wilayah minoritas muslim.

    Memperhatikan :

    1. Sikap Politik FPI yang NETRAL TERARAH : Netral yaitu tidak menjadi underbow pihak yang didukung dan tidak memusuhi pihak yang tidak didukung. Terarah yaitu berkewajiban untuk mendukung pihak yang berpihak kepada perjuangan Islam atau setidaknya mudharatnya terhadap perjuangan Islam lebih kecil.

    2. Hasil Rapat DPP-FPI pada hari Rabu tanggal 20 Ramadhan 1433 H / 8 Agustus 2012 M yang dipimpin langsung Ketua Umum DPP-FPI, Al-Habib Muhammad Rizieq Syihab, yang telah mengabulkan permohonan dan menerima alasan DPD-FPI DKI Jakarta beserta seluruh DPW-FPI se-DKI Jakarta bersama Markas Daerah LPI DKI Jakarta untuk bersikap dalam putaran kedua Pilkada di Propinsi DKI Jakarta.

    3. Masukan berbagai pihak baik dari internal mau pun eksternal organisasi terkait Pilkada Putaran Kedua di Propinsi DKI Jakarta.

    Menimbang :

    1. Agama dan Aqidah yang dianut oleh tiap-tiap calon yang ikut dalam Pilkada DKI Jakarta.

    2. Tingkat komitmen semua calon terhadap ayat suci lalu ayat konstitusi, dan tingkat maslahat mau pun mudharat semua calon terhadap perjuangan Islam.

    3. Kelebihan dan Kekurangan yang dimiliki semua calon baik dalam visi misi dan program kerja mau pun kemampuan dan prestasi.

    Memutuskan :

    1. Bahwa DPD FPI DKI Jakarta dan seluruh jajaran DPW FPI se-DKI Jakarta serta Markas Daerah LPI DKI Jakarta mendukung pasangan Cagub – Cawagub DKI Jakarta yang beraqidah Islam untuk periode Tahun 2012 s/d 2017 M.

    2. Bahwa DPD FPI DKI Jakarta menyerukan segenap umat Islam agar ikut andil berjuang memenangkan pasangan tersebut secara tulus dan ikhlas untuk menjaga kepentingan Islam demi meraih ridho Allah SWT.

    3. Bahwa DPD FPI DKI Jakarta menyerukan semua pihak untuk berkompetisi dalam Pilkada DKI Jakarta dengan adil, jujur dan amanah, tanpa penghinaan, permusuhan, teror dan ancaman mau pun fitnah, atau apa pun yang menyebabkan perpecahan.

    Demikian Maklumat Politik FPI DKI Jakarta dibuat semata-mata hanya untuk meninggikan Kalimat Allah SWT dan demi meraih ridho-Nya SWT. Semoga Maklumat ini bisa disebar-luaskan kepada masyarakat luas agar bisa menjadi pegangan bagi umat Islam dalam bersikap untuk kepentingan agama, bangsa dan negara.

    Hasbunallaahu Wa Ni’mal Wakiil … Ni’mal Maulaa wa Ni’man Nashiir

    Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaahil ‘Aliyyil ‘Azhiim

    Jakarta, 21 Ramadhan 1433 H / 9 Agustus 2012 M

    Dewan Pimpinan Daerah – Front Pembela Islam Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta

    Ketua Tanfidzi I Hb: Salim b Umar Alattas.

    Ketua Tanfidzi II Ust: H. Novel Ba Mu’min

    Ketua Majelis Syurah: Hb. Syahab Anggawi

    _____________________________________________________________________________

    DALIL QUR’ANI WAJIB MEMILIH PEMIMPIN MUSLIM

    HARAM MEMILIH PEMIMPIN KAFIR

    Berikut ini adalah sejumlah Dalil Qur’ani beserta Terjemah Qur’an Surat (TQS) yang menjadi dasar untuk bersikap dalam memilih pemimpin :

    1. Al-Qur’an melarang menjadikan orang kafir sebagai PEMIMPIN :

    TQS. 3. Aali ‘Imraan : 28.

    “Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali(mu).”

    TQS. 4. An-Nisaa’ : 144.

    “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu) ?”

    TQS. 5. Al-Maa-idah : 57.

    “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi PEMIMPINMU, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.”

    2. Al-Qur’an melarang menjadikan orang kafir sebagai PEMIMPIN walau KERABAT sendiri :

    TQS. 9. At-Taubah : 23.

    “Hai orang-orang beriman, janganlah kamu jadikan BAPAK-BAPAK dan SAUDARA-SAUDARAMU menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan, dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka wali, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”

    TQS. 58. Al-Mujaadilah : 22.

    “Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekali pun orang-orang itu BAPAK-BAPAK, atau ANAK-ANAK atau SAUDARA-SAUDARA atau pun KELUARGA mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada- Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan mereka pun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung.”

    3. Al-Qur’an melarang menjadikan orang kafir sebagai TEMAN SETIA :

    TQS. 3. Aali ‘Imraan : 118.

    “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi TEMAN KEPERCAYAANMU orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.”

    TQS. 9. At-Taubah : 16.

    “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi TEMAN SETIA selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman ? Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

    4. Al-Qur’an melarang SALING TOLONG dengan kafir yang akan MERUGIKAN umat Islam :

    TQS. 28. Al-Qashash : 86.

    “Dan kamu tidak pernah mengharap agar Al-Quran diturunkan kepadamu, tetapi ia (diturunkan) karena suatu rahmat yang besar dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu menjadi PENOLONG bagi orang-orang kafir.”

    TQS. 60. Al-Mumtahanah : 13.

    “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan PENOLONGMU kaum yang dimurkai Allah. Sesungguhnya mereka telah putus asa terhadap negeri akhirat sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur berputus asa.”

    5. Al-Qur’an melarang MENTAATI orang kafir untuk MENGUASAI muslim :

    TQS. 3. Aali ‘Imraan : 149-150.

    “Hai orang-orang yang beriman, jika kamu MENTAATI orang-orang yang KAFIR itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi. Tetapi (ikutilah Allah), Allah lah Pelindungmu, dan Dialah sebaik-baik Penolong.”

    6. Al-Qur’an melarang beri PELUANG kepada orang kafir sehingga MENGUASAI muslim :

    TQS. 4. An-Nisaa’ : 141.

    “…… dan Allah sekali-kali tidak akan MEMBERI JALAN kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman.”

    7. Al-Qur’an memvonis MUNAFIQ kepada muslim yang menjadikan kafir sebagai pemimpin :

    TQS. 4. An-Nisaa’ : 138-139.

    “Kabarkanlah kepada orang-orang MUNAFIQ bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih. (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu ? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah.”

    8. Al-Qur’an memvonis ZALIM kepada muslim yang menjadikan kafir sebagai pemimpin :

    TQS. 5. Al-Maa-idah : 51.

    “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang ZALIM.”

    9. Al-Qur’an memvonis FASIQ kepada muslim yang menjadikan kafir sebagai pemimpin :

    TQS. 5. Al-Maa-idah : 80-81.

    “Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan. Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang FASIQ.”

    10. Al-Qur’an memvonis SESAT kepada muslim yang menjadikan kafir sebagai pemimpin :

    TQS. 60. Al-Mumtahanah : 1.

    “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad di jalan-Ku dan mencari keridhaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Dan barangsiapa di antara kamu yang melakukannya, maka sesungguhnya dia telah TERSESAT dari jalan yang lurus.”

    11. Al-Qur’an mengancam AZAB bagi yang jadikan kafir sbg Pemimpin / Teman Setia :

    TQS. 58. Al-Mujaadilah : 14-15.

    “Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai teman ? Orang-orang itu bukan dari golongan kamu dan bukan (pula) dari golongan mereka. Dan mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongan, sedang mereka mengetahui. Allah telah menyediakan bagi mereka AZAB yang sangat keras, sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan.”

    12. Al-Qur’an mengajarkan doa agar muslim tidak menjadi SASARAN FITNAH orang kafir :

    TQS. 60. Al-Mumtahanah : 5.

    “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (SASARAN) FITNAH bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

    AYAT SUCI DI ATAS AYAT KONSTITUSI

    Ikhwan Aktivis Islam Solo resah dan khawatir, karena jika Wali Kota Solo menang dan jadi Gubernur Jakarta, maka Wakilnya di Solo yang non muslim otomatis jadi Walikota Solo. Sementara Aktivis Islam Jakarta juga resah, karena jika Wali Kota Solo tersebut menang dan jadi Gubernur Jakarta, wakil yang mendampinginya pun non muslim, sehingga andai terjadi sesuatu terhadapnya saat menjadi Gubernur Jakarta, maka otomatis wakilnya yang non muslim itu pun akan jadi Gubernur Jakarta.

    Kekhawatiran seperti tersebut di atas tidak pernah terjadi di zaman Orde Lama mau pun Orde Baru, karena rezim yang berkuasa ketika itu senantiasa memperhatikan asas proporsional, sehingga seseorang tidak akan menjadi pemimpin di suatu daerah kecuali jika seagama dengan agama mayoritas di daerah tersebut. Hal demikian bukan diskriminatif dan tidak pula melanggar SARA, melainkan untuk menjaga kestabilan sosial politik masyarakat di daerah bersangkutan agar tercipta ketenangan dan keamanan.

    Jadi, kekhawatiran semacam itu tidak perlu terjadi jika partai politik yang mencalonkan memiliki sikap proporsionalisme yang tinggi. Dan kekhawatiran semacam itu pun tidak akan meluas jika para pemilih dari umat Islam tidak awam soal agamanya. Faktanya, banyak partai politik yang egois di tengah umat Islam yang awam, ditambah dengan adanya kelompok oportunis yang menjual agama untuk kepentingan dunia mereka.

    Karenanya, segenap umat Islam wajib diberitahukan dan diingatkan tentang kewajiban memilih pemimpin muslim. Sampaikan kepada seluruh pemilih muslim di mana pun mereka berada bahwa WAJIB MEMILIH PEMIMPIN MUSLIM dan HARAM MEMILIH PEMIMPIN KAFIR. Inilah sikap setiap Aktivis Islam yang juga harus menjadi sikap setiap muslim. Ini bukan melanggar SARA, justru menjaga keharmonisan hubungan SARA agar tidak terjadi PELANGGARAN SYARIAT ISLAM.

    Ironisnya, sikap tegas bersyariat dalam soal Pilkada dituduh sebagai pelanggaran SARA. Pelakunya dipanggil dan diperiksa Panwaslu dan dihakimi Media Massa secara gegap gempita. Jika sikap tegas bersyariat ini difitnah sebagai pelanggaran SARA, lalu bagaimana dengan Cagub – Cawagub yang saat kampanye pernah menyatakan : AYAT SUCI NO ! AYAT KONSTITUSI YES ! Ini jelas-jelas melanggar SARA, bahkan menghina AGAMA dengan merendahkan AYAT SUCI. Kenapa dibiarkan oleh Panwaslu ?! Kenapa tidak diblow-up beritanya oleh Media ?!

    Bagi umat Islam : Ayat Suci di atas Ayat Konstitusi adalah HARGA MATI. Siapa menentang Ayat Suci berarti dia musuh agama. Umat Islam siap setia kepada Ayat Konstitusi selama tidak bertentangan dengan Ayat Suci.

    Ingat, Islam melarang keras umatnya menghina agama mana pun, apalagi mengganggu umatnya yang tidak menggangu umat Islam. Islam juga membolehkan umatnya berbuat baik dan bekerja-sama dengan umat agama mana pun selama tidak melanggar syariat. Tapi Islam juga menolak keras pencampur-adukan agama dan kawin beda agama serta mengangkat orang non Islam sebagai pemimpin bagi umat Islam.

    Menjadikan orang kafir sebagai pemimpin bagi umat Islam berarti menentang Allah SWT dan Rasulullah SAW serta Ijma’ Ulama. Memilih orang kafir sebagai pemimpin umat Islam berarti memberi peluang kepada orang kafir untuk “mengerjai” umat Islam dengan kekuasaan dan kewenangannya. Memberi kepemimpinan umat Islam kepada orang kafir berarti kemunafikan, kefasikan, kezaliman dan kesesatan serta masuk dalam azab Allah SWT berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an.

    Ayo berjihad sebelum terlambat ! Ayo berjuang sebelum hilang ! Ayo bersiap sebelum lenyap !

    Ayo…, selamatkan umat Islam dari kemunkaran politik !

    Ayo…, pilih pasangan Cagub – Cawagub yang muslim – muslim, tidak lainnya !!!!

    Allahu Akbar ! Allahu Akbar ! Allahu Akbar !

    Jakarta, 21 Ramadhan 1433 H/ 9 Agustus 2012 M

     

     

     

     
  • aqidahsalafshalih 2:10 pm on August 16, 2012 Permalink | Balas
    Tags: , , , Kristenisasi, , , , , ,   

    Membongkar Strategi Kristenisasi yang Terselubung 

    sumber: Kampanye #SAVEMARYAM : Selamatkan Muslim Indonesia dari Kristenisasi

    Prihatin dengan maraknya pemurtadan terhadap umat Islam di Indonesia, sebuah proyek kampanye yang dilakukan oleh Mercy Mission untuk Indonesia membuat kampanye internet bertajuk #SAVEMARYAM.

    Menurut data dari Mercy Mission hingga 2 juta umat Islam murtad di Indonesia setiap tahunnya. Kekecewaan dan bujuk rayu telah membuat anak muda Indonesia merasa bahwa Islam tidak berhubungan dengan kehidupan kontemporer Indonesia. Di sisi lain kalangan kristen dengan jargon-jargon kasih sayang, cinta dan perdamaian banyak membuai anak muda Indonesia. Anak muda Indonesia saat ini banyak yang belum menemukan keindahan atas esensi Islam yang sejati yang bisa menguatkan umat Islam di seluruh dunia.

    Jika ini berlanjut, diperkirakan pada tahun 2035, jumlah umat Kristen Indonesia sama dengan jumlah umat Muslim. Pada tahun itu, Indonesia tidak akan lagi disebut sebagai negara dengan penduduk mayoritas Islam. Dan jika pemurtadan dari Islam ini masih berlanjut, Indonesia akan mencapai titik di mana umat Kristen menjadi penduduk mayoritas. Naudzubillah tsumma naudzubillah.

    Mengapa hal ini bisa terjadi? Kita bisa melihat dari kondisi ekososial di negara dengan penduduk sekitar 240 juta jiwa yang sangat memprihatinkan. Banyak yang meramalkan Indonesia akan mencapai status negara maju tidak lama lagi. Sebagai salah satu negara the Group of Twenty (G20), pertumbuhan ekonomi di Indonesia termasuk stabil dan menuju ke arah baik. Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2011, misalnya, menurut Badan Pusat Statistik (BPS), tumbuh sebesar 6.5 persen. Ironisnya, angka kemiskinan masih menghantui pertumbuhan ekonomi ini dengan jumlah penduduk Indonesia yang masih di bawah garis kemiskinan sampai pada tahun 2011 mencapai 30 juta jiwa atau sekitar 12 persen dari seluruh populasi.

    Pertumbuhan ekonomi Indonesia terlihat megah di pusat negara, di Pulau Jawa, di kota-kota besar saja. Indikatornya masih melihat pada pendapatan perkapita yang disumbangkan oleh golongan kelas menengah. Konsekuensinya, golongan miskin seolah-olah terselubungi. Masih berjuta-juta rakyat Indonesia yang tidak mendapat akses pendidikan, pelayanan kesehatan, listrik, air bersih, dan fasilitas umum negara lainnya. Mereka hidup di jalanan ibu kota, di bawah jembatan, di tepi sungai yang penuh dengan sampah. Ada pula yang hidup di pedalaman yang tidak terjamah oleh kebijakan pemerintah. Dan mereka inilah golongan miskin beragama Islam yang merana dan putus asa. Akibatnya, dengan iman yang minim, keyakinan pun mudah tergugah. Hanya dengan iming-iming kekayaan secuil, mereka akhirnya pindah agama. Astaghfirullah.

    Terlepas dari iman yang lemah, pemurtadan di Indonesia juga digerakkan oleh kristenisasi oleh para misioner Kristen. Gereja-gereja di Indonesia gencar mencanangkan dan menyebarkan misi mengkristenkan umat Islam. Berbagai cara mereka lakukan. Untuk lebih jelasnya, berikut merupakan agenda kristenisasi yang dilakukan oleh umat Kristen Indonesia:

    • Larangan Keluarga Berencana/KB (Family Planning) di kalangan umat Kristiani
      Keluarga Kristen dilarang melalukan pembatasan kehamilan. Umat Kristen diharuskan mempunyai anak sebanyak-banyaknya. Pembatasan kehamilan dianggap pembunuhan sesama umat Kristen karena dapat membatasi pertumbuhan jumlah umat Kristen.
    • Dorongan Keluarga Berencana bagi keluarga Islam
      Sementara keluarga Kristen giat beranak-pinak untuk menggandakan populasi mereka, anggota gereja semangat menyebarkan idealisme KB di kalangan masyarakat Muslim. Keluarga Muslim digalakkan untuk mempunyai anak sedikit mungkin. Program KB dipaksakan bagi keluarga Islam saja dan tidak untuk keluarga Kristen.
    • Fasilitas ekonomikal bagi keluarga Kristen
      Pentingnya memiliki anak yang banyak dalam keluarga Kristen harus diimbangi dengan pentingnya penyediaan economy support untuk menampung pembiayaan membesarkan anak-anak mereka. Untuk itu akses orang Kristen ke sumber-sumber ekonomi perlu diperbanyak dengan membatasi akses orang Islam ke sumber-sumber tersebut. Salah satu caranya ialah dengan memprioritaskan orang Kristen dalam penyediaan lapangan pekerjaan pekerjaan. Bisa jadi, larangan berjilbab dalam bekerja merupakan salah satu misi yang dilakukan.
    • Fasilitas kesehatan diutamakan untuk umat Kristen
      Golongan Kristen mempengaruhi pemerintah untuk membangun fasilitas kesehatan dari sumbangan yang mereka berikan. Umat Kristen didorong untuk membangun rumah sakit sebanyak-banyaknya. Ini demikian agar umat Kristen diutamakan untuk mendapatkan layanan kesehatan yang baik. Jika orang Kristen sudah mapan, banyak uang, fasilitas kesehatan pun bisa dibeli. Bagi umat Islam yang mau berobat, biaya yang dikenakan sangat mahal agar mereka makin menderita.
    • Umat Kristen diwajibkan membantu sesama
      Umat Kristen yang kaya diwajibkan membantu umat Kristen yang miskin agar mereka tidak didekati oleh pemberi bantuan dari agama lain, teutama Islam. Untuk itu, orang Kristen harus giat mencari sumber kehidupan dan menguasai ekonomi negara.
    • Perbaikan standar pendidikan bagi orang Kristen
      Umat Kristen harus menguasai fasilitas pendidikan di Indonesia. Institusi pendidikan yang dimiliki pemerintah perlu mengutamakan orang kaya (yang kebanyakannya orang Kristen) sehingga orang miskin (yang kebanyakannya orang Islam) tidak dapat sekolah atau kuliah. Gereja-gereja Kristen perlu menggalakkan jamaahnya untuk mengenyang pendidikan serta mendirikan sekolah-sekolah atau kampus Kristen.
    • Kristenisasi politik
      Orang kristen harus memilih wakil pemerintahan yang mempunyai kebijakan pro-Barat. Kristen di Indonesia mendapat bantuan dari Barat. Golkar merupakan partai yang dikenal pro-Barat. Untuk itu orang Kristen harus menguasai Golkar dan mendorong pemenangan Golkar agar pemerintahan Indonesia dapat dikontrol oleh orang Kristen.
    • Propaganda media
      Orang Kristen perlu menguasai industri media dan mengutamakan membuat berita burukyang melibatkan umat Islam agar umat Islam bertengkar sesama sendiri. (Lihat saja kasus korupsi yang dilakukan oleh umat Islam lebih digembar-gemborkan daripada kasus korupsi yang dilakukan oleh orang Kristen).

    Masih banyak lagi misi yang dilakukan untuk menjalankan agenda kristenisasi di Indonesia. Poin 1-8 diatas merupakan parafrase dari poin-poin yang ada dalam naskah Jangka Panjang Kristenisasi di Indonesia yang dikeluarkan oleh Dewan Gereja Indonesia di Jakarta. Naskah rahasia itu pernah diterbitkan oleh majalah Crescent International, Kanada, pada November 1988. Misi-misi di atas masih sebagian kecil dari usaha kristenisasi di Indonesia.

    Tahun-tahun belakangan ini, misionaris Kriten makin terang-terangan menyerap umat muslim untuk memeluk agama Kristen. Mereka mendatangi rumah sakit dan menghibur pasien beragama Islam dan perlahan tapi pasti membujuk pasien ini pindah agama. Mereka juga berselindung disebalik misi perdamaian dan bantuan kemanusiaan. Menurut The Observer, kelompok misionaris Light of Love for Aceh terang-terangan mengenalkan nilai-nilai Kristen melalui kegiatan amal yang diberikan kepada korban tsunami Aceh. Bahkan mereka berharap dapat membawa anak-anak Aceh ke Jakarta untuk ditempatkan di panti asuhan Kristen.

    Begitu gencarnya para kaum misionaris mengkristenkan Indonesia. Orang-orang Kristen memang tidak suka orang Islam berjaya. Sebagaimana yang tertulis dalam QS Al-baqarah ayat 120:

    “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar).” Dan sesungguhnya jika kamu mau mengikuti kemauan mereka setelah pegetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”.

    Maha benar firman Allah SWT. Tidak heran jika kristenisasi terus dilakukan untuk merayu dan mendapatkan umat Islam murtad dari agamanya.

    Sebagai umat Muslim yang peduli sesama serta peduli terhadap agama kita, mari kita dukung gerakan ini sepenuhnya.Untuk membantu Save Maryam, cukup dengan 3 langkah mudah: Watch, Share, Donate. Lihat atau tonton iklan mengenai Save Maryam. Kemudian, daripada menghabiskan waktu di Internet untuk hal-halyang tidak bermanfaat, ada baiknya kita menyebarkan informasi tentang kampanye ini. Dan jika kita ada rezeki lebih, tidak ada salahnya untuk menyumbang sejumlah uang kepada oraganisasi ini.

    Bagaimana uang donasi kita akan digunakan? Uang donasi dari saudara-saudara Muslim di seluruh dunia akan digunakan untuk:

    1. Melauncing Islamic Youth TV (berbasis di Yogyakarta)
    Saat ini media di Indonesia terutama TV telah memberi pengaruh buruk kepada pemuda Muslim di Indonesia. Hedonisme, kapitalisme dan westernisasi serta kulturalisasi Islam yang dipaparkan di TV berpotensi merusak esensi Islam sehingga dapat mempengaruhi pola pikir masyarakat. Dengan adanya Islamic Youth TV, diharapkan pemuda Islam Indonesia terpapar dengan acara yang bermutu dan mendidik mereka ke kehidupan yang lebih baik.

    2. Melauncing Indonesian Youth Helpline
    Indonesian Youth Helpline merupakan call centre yang dihadirkan untuk melayani panggilan Muslim yang mempunyai masalah untuk dibantu. Ini penting agar mereka tidak lari kepada penolong dari agama lain.

    Selain memberi donasi langsung kepada Mercy Mission, kita juga bisa memberikan donasi melalui kegiatan seperti yang dianjurkan oleh oraganisasi ini. Kegiatan tersebut diberi nama Iftar For Maryam, yaitu inisiatif bagi kawan-kawan Muslim untuk mengundang kawan serta kerabat dalam acara buka puasa bersama. Melalui buka puasa ini, kawan-kawan dapat menggalang dana yang nantinya dapat disumbangkan untuk projek Save Maryam.

    Kesimpulannya, mari kita sama-sama membuka mata akan kenyataan bahwa Islam di Indonesia terancam punah akibat kristenisasi. Oleh itu, sebagai Muslim yang baik, tidak ada salahnya, malah mendapat pahala, kita realisasikan projek ini. Bismillah dengan izin Allah, semoga projek ini berjalan lancar dan mencapai tujuannya sehingga masa depan kehidupan umat Muslim di Indonesia terselamatkan. Amin.

    Untuk itulah Mercy Mission berusaha menghentikan banyak Maryam-Maryam Indonesia menjadi “Maria”, dengan menjangkau mereka, membantu mereka menemukan kedamaian dengan agama Islam dan dengan ketetapan Allah. Dan kampanye #SAVEMARYAM ini bertujuan untuk menyelamatkan generasi muda Islam agar tidak murtad meninggalkan Islam.(fq/ceritaly)

     

     

     

     
  • aqidahsalafshalih 2:07 pm on August 16, 2012 Permalink | Balas
    Tags: , , , Rohingya, , ,   

    Derita Rohingnya, Buah Nasionalisme dan Ketiadaan Khilafah 

    Nasionalisme terbukti menjadi senjata yang efektif melemahkan kaum Muslim. Paham yang menjadikan kepentingan bangsa (nation) di atas segalanya ini dengan sukses memecah belah kaum Muslim dan menghilangkan kepedulian umat Islam sebagai satu tubuh. Umat Islam yang sebelumnya bersatu atas dasar akidah Islam di bawah naungan Negara Khilafah Islam kemudian berserakan menjadi negara-negera lemah. Tanpa pengikat.

    Saat umat Islam masih memiliki Khilafah, negara adi daya Khilafah ini berhasil menyatukan negeri-negeri Islam di berbagai kawasan dunia, tanpa melihat bangsa, warna kulit, ataupun ras. Kekuasaan Daulah Khilafah Islam menyebar mulai dari jazirah Arab, Persia, India, Kaukasus, hingga mencapai perbatasan Cina dan Rusia. Membebaskan Syam bagian utara, Mesir, Afrika utara, Spanyol, Anatolia, Balkan, Eropa selatan dan timur, hingga digerbang Wina di Austria.

    Menyatukan berbagai kawasan dengan berbagai ras, suku, dan warna kulit seperti semetik (Arab, Syriani, Kaldean), Hamitik (Mesir, Nubia, Berber dan Sudan); Aria (Parsia, Yunani, Spanyol dan India), Tourani (Turki dan Tartar). Dengan wilayah yang demikian luas, yang terintegrasi dengan baik berdasarkan akidah Islam, Khilafah menjadi negara super power yang ditakuti oleh musuh disegani oleh kawan.

    Nasionalisme juga sukses memperlemah kekuatan kaum Muslimin dengan mematikan kehirauan dan kepedulian sebagai satu tubuh dan satu umat. Satu umat yang harus saling menolong dan saling memperkuat. Dengan alasan bukan kepentingan nasional (national interest) kita, dengan alasan bukan urusan negara kita, negara seperti Saudi, Mesir, Saudi, Iran, tidak melakukan tindakan kongkrit saat Gaza dibombardir Zionis Israel.

    Ketika Irak dijatuhi bom yang membunuh ratusan ribu umat Islam, Saudi dan negara-negara Teluk malah memberikan bagian wilayah negara itu sebagai pangkalan militer untuk penjajah Amerika dan sekutunya, alasannya demi kepentingan nasional. Ketika umat Islam di Sudan, Ethopia, dan negeri-negeri Afrika lain kelaparan. Elite-elite negara-negara Teluk yang kaya minyak nyaris tidak peduli. Mereka lebih disibukkan membangun gedung pencakar langit, membeli klub sepak bola atau belanja barang mewah di luar negeri.

    Nasionalisme ini pulalah yang menyekat-nyekat negeri Islam. Dengan alasan beda negara dan beda bangsa, dan beda kepentingan, tentara-tentara negeri Islam lumpuh untuk digerakkan membebaskan negeri-negeri Islam yang terjajah. Selalu yang menjadi alasan harus di bawah payung PBB, baru bisa digerakkan. Padahal PBB, merupakan organisasi organ penjajah Barat yang tidak pernah membela umat Islam. Sementara di depan tentara-tentara umat itu, kaum Muslim dibunuh dan dibantai.

    Ketiadaan persatuan dan kehilangan kepedulian terhadap nasib umat Islam merupakan buah nasionalisme. Ini pula yang menyebabkan kaum Muslim Rohingya menderita kepanjangan tanpa ada yang menyelamatkan. Padahal negeri Muslim Arakan ini dikelilingi negeri-negeri Islam seperti Indonesia, Malaysia, dan Brunei. Pemerintah Indonesia dengan jumlah penduduk lebih dari 200 juta juga tidak melakukan tindakan yang serius untuk menghentikan pembantaian ini.

    Kita perlu ingatkan kembali, sesungguhnya umat Islam merupakan umat yang satu (ummatan wahidah). Rasulullah SAW menggambarkan umat Islam sebagai satu tubuh, sehingga kalau ada satu bagian tubuh umat yang sakit dirasakan sebagai rasa sakit yang sama. Derita Muslim Rohingya adalah derita kita. Tangis anak-anak yatim dan janda-janda akibat kekejaman rezim Myanmar adalah tangis kita juga.

    Sesungguhnya umat Islam memiliki puluhan juta tentara dengan persenjataan yang lengkap. Negeri Islam juga memiliki ratusan juta penduduk yang siap membantu para tentara membebaskan negeri-negeri Islam itu. Siap melaksanakan perintah Allah SWT untuk jihad fi sabilillah, merindukan mati syahid membebaskan negeri Islam. Yang tidak dimiliki umat Islam sekarang adalah negara Khilafah yang menggerakkan dan memberikan komondo terhadap tentara-tentara itu.

    Kita membutuhkan Khalifah yang membuat keputusan politik dengan mengirimkan tentara menyelamatkan negeri Islam. Tanpa dibatasi oleh kebangsaan, warna kulit, atau ras. Tanpa menunggu perintah PBB yang menjadi alat penjajah Barat. Bergerak karena disatukan oleh akidah Islam dan perintah Allah SWT untuk berjihad. Dengan Khilafah, musuh-musuh Allah tidak akan memandang remeh umat Islam seperti sekarang. Umat dibantai, bahkan oleh negara-negara lemah dan miskin seperti Myanmar.

    Siapapun yang melakukan pembunuhan terhadap umat Islam—meskipun satu orang—akan berhadapan dengan negara Khilafah yang kuat. Inilah yang dilakukan oleh Khalifah al Mu’tashim ketika mendengar seruan minta tolong dari seorang Muslimah yang dinodai kehormatannya oleh tentara Romawi. Al-Qalqasyandi, dalam kitabnya, Ma’atsiru al-Inafah, menjelaskan salah satu sebab penaklukan kota Ammuriyah pada 17 Ramadhan 223 H. Diceritakan, penguasa ‘Amuriyah, salah seorang Raja Romawi, telah menawan wanita mulia keturunan Fathimah –Radhiyallahu ‘anha. Wanita itu disiksa, lalu berteriak, “Wahai Mu’tashim!” Raja Romawi pun berkata kepadanya, “Tidak akan ada yang membebaskanmu, kecuali menaiki bebarapa balaq (kuda yang mempunyai warna hitam-putih).”

    Jeritan itu pun sampai kepada Khalifah al-Mu’tashim. Lalu dia mengomando pasukannya untuk mengendarai kuda balaq. Dia pun keluar, memimpin di depan pasukannya, dengan 4.000 balaq, tiba di Amuriyah dan menaklukkannya. Dia membebaskan wanita mulia tersebut, dan berkata, “Jadilah saksi untukku di depan kakekmu (Nabi Muhammad SAW), bahwa aku telah datang untuk membebaskanmu. Dengan memimpin pasukanku, yang terdiri dari 4.000 balaq.” Dengan tentara itu, kota Amuriyah ditaklukkan, kehormatan seorang Muslimah dibela, ribuan tentara Romawi dibunuh dan ditawan.  Allahu Akbar!

    sumber: Hizbut Tahrir Indonesia

     

     

     

     
  • aqidahsalafshalih 2:23 am on August 15, 2012 Permalink | Balas
    Tags: , , , , , ,   

    Munarman: “Pengusung Pluralisme Itu Antek Abu Jahal” 

    JAKARTA(salam-online.com):Siapa bapak pluralisme? Pertanyaan ini dilontarkan Munarman SH, pengacara senior yang juga Juru bicara Front Pembela Islam (FPI), di hadapan ratusan hadirin yang memadati acara bedah buku #Indonesia Tanpa Liberal yang ditulis Artawijaya, di Masjid Raya Al-Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan (11/8/2012). Sebagian jamaah menjawab, “Gus Dur…!”
    Jawaban tersebut menurut Munarman, salah. Karena menurutnya, Gus Dur itu tidak ada apa-apanya. Munarman yang malam itu tampil mengenakan jubah dan kopiyah, menyatakan, “Bapak pluralisme pertama adalah Abu Jahal,” tegasnya.
    Mantan Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) ini kemudian memberikan alasannya dengan merujuk pada asbabun nuzul surat Al-Kafirun, dimana Abu Jahal dan Abu Lahab yang sangat membenci dakwah Nabi Muhammad saw, berusaha membujuk dan memberikan penawaran kepada Rasulullah dan para sahabat yang telah memeluk Islam, agar mau saling bergantian dalam melakukan ibadah dengan kaum kafir Quraisy.
    Rasulullah diminta menyembah berhala-berhala mereka, kemudian mereka juga bersedia menyembah Allah, Rabb yang diserukan oleh Muhammad saw untuk ditaati. “Tawaran itu disampaikan oleh geng Abu Jahal dan Abu Lahab  dengan alasan agar terjadi toleransi dan perdamaian,” ujarnya.
    Namun, Allah SWT kemudian menurunkan Surah Al-Kafirun, yang berisi peringatan tegas kepada orang-orang kafir, bahwa keyakinan umat Islam tidak boleh ditukar-ganti, hanya semata-mata alasan toleransi. “Surah Al-Kafirun jelas dan tegas, menyatakan bahwa mereka adalah orang-orang kafir yang kita tidak boleh tunduk pada kemauan mereka. Allah tegas menyebutnya dengan istilah kafir, bukan non-muslim. Ini istilah Qur’an, kita tidak boleh mengubahnya dengan istilah-istilah lain,“ tegas Munarman.
    Munarman menyampaikan soal ini, karena memang selama ini kelompok liberal, dengan kedok toleransi dan perdamaian, berusaha mencampur-aduk keyakinan. Acara-acara seperti doa bersama, doa lintas iman, ucapan selamat natal dan lain-lain adalah bukti bahwa mereka telah menggadaikan akidah demi toleransi. “Kita tidak ragu-ragu menyebut mereka yang melakukan dan mengampanyekan itu sebagai antek-antek Abu Jahal,” tegasnya lagi.
    Jadi, ujar Munarman, kampanye dan ajakan pada pluralisme dan liberalism itu sudah ada sejak zaman Nabi. Tak hanya hari ini. Artinya, penerus dan antek-antek Abu Jahal dan Abu Lahab itu sepanjang zaman terus berusaha menjerumuskan umat Islam agar mengikuti paham mereka.
    Selain menyinggung soal pluralisme, Munarman juga membedah akar gerakan liberalisme di Indonesia, yang dilatarbelakangi oleh kepentingan asing untuk menguasai Indonesia, negeri yang mayoritas penduduknya Islam. Munarman memaparkan dokumen Rand Corporation, sebuah lembaga think tank di Amerika Serikat, yang beroperasi melakukan penelitian dan memberikan data kepada AS untuk dijadikan kebijakan politik luar negerinya di negara-negara Muslim.
    Di antara kampanye yang terus diusahakan oleh Amerika adalah membangun jaringan kelompok moderat di negara-negara Islam. “Padahal, sejatinya kelompok moderat versi AS adalah kelompok liberal,” ujarnya.

    Kepada umat Islam yang memadati masjid tersebut, Munarman berpesan agar kaum Muslimin tidak mempedulikan segala ocehan dan cercaan kelompok liberal. “Bagi mereka, apapun yang kita lakukan selalu saja dianggap salah. Jadi, cuekin saja, kita tetap berjuang tanpa mempedulikan omongan mereka,” tuturnya.
    Munarman mencontohkan, kelompok liberal selalu mengatakan, mengapa FPI tidak bergerak menangkap koruptor?  Padahal kalau FPI bergerak melakukan itu, FPI dianggap mengambil alih tugas dan wewenang aparat. “Jadi kita selalu disalahkan. Padahal, kita sejak tahun 2006 lalu sudah membentuk Brigade Pemburu Koruptor, sedangkan mereka kelompok liberal belum berbuat apa-apa,” pungkasnya.
    Sementara itu, penulis buku #Indonesia Tanpa Liberal, Artawijaya, meminta kaum Muslimin untuk tidak hanya meningkatkan kualitas keshalihan pribadi saja, tetapi juga peduli terhadap perjuangan melawan liberalisme yang merusak akidah. Segala tudingan dan cacian yang disuarakan oleh mereka di media massa, jangan membuat kita lemah dan patah semangat. Jadi, biarkan antek Abu Jahal menggonggong, kita tetap dan terus berjuang!(s/salam-online)
     
  • aqidahsalafshalih 2:20 am on August 15, 2012 Permalink | Balas
    Tags: , , , ,   

    Hukuman Cambuk dan Rajam Harus Diterapkan Kepada Pezina 

    Na’uzubillah min dzalik…, bangsa Indonesia sudah berubah dan melenceng parah. Pezina dipuja, diidolai, dan dibangga-banggakan setinggi langit. Bahkan melebihi pemujaan kepada Allah dan RasulNya. Padahal Nabi pernah bersabda bahwa janganlah umat manusia ini mencintai sesuatu melampaui cinta kepada Allah dan dan RasulNya. Inilah akibat dan dampaknya jika suatu negara tidak menggunakan hukum Islam sehingga moral dan akhlak terjajah oleh hal-hal yang dapat membawa kepada kesesatan dan kemusyrikan. Sudah saatnya hukum Islam ditegakkan di negara ini sebagai upaya untuk benar-benar menimbulkan efek jera serta mendidik masyarakat agar tidak melakukan perbuatan yang dilarang Allah dan RasulNya.

    Dalam kitab hadis-hadis seperti shahih Bukhari dan Muslim, banyak sekali hadis-hadis tentang hukuman yang diperuntukkan bagi para pezina. Di dalam Islam tidak ada istilah mantan pezina. Karena hukuman bagi para pezina dalam Islam adalah sangat jelas, seorang pezina yang telah menikah (muhson) lebih berat dari yang belum menikah (ghairu muhson) yaitu dibunuh dengan cara dirajam sedangkan bagi orang yang belum menikah dihukum cambuk seratus kali dan diasingkan selama setahun. Konsekuensinya bagi yang dijatuhi hukuman rajam adalah kematian sedangkan bagi yang dicambuk, apabila masih dapat bertahan hidup maka dia telah menjalani pertobatan dan semoga Allah mengampuni dosa perzinahan di masa lalunya selama si pelaku tidak mengulangi perbuatannya.

    Hukuman cambuk atau dera bukanlah seperti yang ada di Aceh dengan perangkat rotan, namun dengan lilitan kulit yang kering dan dilakukan tanpa belas kasihan, seperti yang dikatakan oleh Imam Nawawi dalam kitab penjelasan hadis-hadis Imam Muslim yang berjudul Sahih Muslim bi Syarh an-Nawawi, dikatakan bahwa “pezina perempuan dan laki-laki hendaklah dicambuk seratus kali dan janganlah merasa belas kasihan kepada keduanya sehingga mencegah kamu dalam  menjalankan hukum Allah, hal ini jika kamu beriman kepada Allah dan hari akhir. Dan hendaklah dalam menjatuhkan sanksi (mencambuk) mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.”

    Adapun rajam adalah hukuman mati bagi para pezina dengan cara dilempari batu sampai menghembuskan nyawa. Dua hukuman inilah yang semestinya harus diterapkan kepada para pezina (muhson atau ghairu muhson) di negeri ini tanpa terkecuali, terlebih kepada orang-orang yang sangat dikenal oleh masyarakat. Apa yang terjadi di negara ini justru malah memprihatinkan. Umat Islam dipertontonkan dengan fenomena budaya permisif dan liberal. Satu per satu ajaran agama dilucuti sehingga dengan gampangnya kemusyrikan, kesesatan, kemaksiatan, takhayul, dan khurafat dikonsumsi oleh umat, entah dalam keadaan memahami kondisi yang terjadi atau sama sekali tidak paham karena tergerus arus global.

    Bak pahlawan kesiangan seorang pezina dielu-elukan begitu keluar dari penjara. Mereka menganggap seolah dosa yang dilakukan oleh pezina itu telah sirna, telah dihapus seluruhnya hanya karena mendiami jeruji. Padahal hukum Islam yang bersumber dari Allah dan RasulNya tidak pernah dilaksanakan. Yang terjadi kemudian adalah pengidolaan kepada mahluk dan bahkan ada yang terang-terangan mengatakan bahwa apa yang telah dilakukan pezina itu sama sekali tak bersalah. Tidak dapat dipungkiri lagi, meninggalkan syariat Islam hanya akan menimbulkan akibat buruk di dunia dan akhirat. Kaum muslimin jauh dari ajaran agama mereka, menyebabkan mereka kehilangan kejayaan dan kemuliaan. Terbukti dari ajaran Islam yang sekarang ditinggalkan dan dilupakan oleh kaum muslimin adalah hukuman bagi pezina. Sebuah ketetapan yang sangat efektif menghilangkan atau mengurangi masalah perzinahan. Ketika hukuman ini tidak dilaksanakan, maka tentu akan menimbulkan dampak atau implikasi buruk tiap individu dan masyarakat.

     

     

     

     
  • aqidahsalafshalih 2:18 am on August 15, 2012 Permalink | Balas
    Tags: , , , , , ,   

    Tayangan Televisi Mendidik ABG Mengumbar Aurat 

    Menjelang Ramadhan mendadak suguhan stasiun televisi berubah drastis dipenuhi bumbu-bumbu agama. Demikian pula dengan tampilan pengisi acara-acaranya yang serta merta berganti. Terlebih khusus adalah kaum perempuan, tiba-tiba semua perempuan itu menutup tubuh mereka. Akan tetapi, bukan fenomena menjelang dan selama bulan Ramadhan itu yang akan kita bahas, melainkan fenomena sebelas bulan lainnya. Di Indonesia ini bulan Ramadhan tak ubahnya ibarat mesin cuci. Dan hal seperti itu yang terus digaungkan oleh media-media, termasuk stasiun televisi. Kalimat klise yang biasa dijadikan jargon adalah, “Semoga puasa di bulan Ramadhan tahun ini bisa kita lewati…bla bla bla…, sehingga kita bisa meraih kemenangan serta menjadi orang-orang yang kembali fitrah, suci seperti selembar kertas.”

    11 bulan bermaksiat dan kemudian digilas dalam satu bulan? Oke, mungkin kita sama-sama termakan kalimat tentang janji Allah bahwa Dia Maha Pengampun dan tidak ada hal yang mustahil bagiNya terlebih perihal mengampunkan dosa seseorang atau semua manusia, namun segitu rendahkah anggapan manusia kepada Allah sebagai tukang bilas dosa yang bisa dilupakan lagi selama 11 bulan ke depan?

    Contoh kemaksiatan itu jelas terpampang sehari-hari di hadapan kita tatkala televisi memajang perempuan-perempuan muda yang mau dibayar untuk berlenggak-lenggok memamerkan paha serta dada. Lihat saja pakaian mereka yang bolong-bolong di tiap sisi. Ditambah lagi pemakainya ternyata rata-rata masih gadis belia yang menampilkan kesan fresh, imut, lucu, dan sebagainya seolah mereka-lah representasi perempuan muda modern masa kini. Padahal apa? Mereka hanya boneka-boneka saja yang sesungguhnya tengah membodohi penonton dan diri mereka sendiri. Dikatakan atau tidak dikatakan, diakui atau tidak akui, memang sasaran stasiun-stasiun televisi yang menayangkan hal-hal seperti itu ditujukan kepada generasi muda yang masih labil serta kurang teguh memegang prinsip agama.

    Apakah yang begini ini yang akan dicuci bersih di bulan Ramadhan?

    Sajian media-media kita memamerkan aurat sampai-sampai dianggap mode. Seks bebas diangkat sebagai gaya hidup, pun film-film yang dipertontonkan sangat mendukung gaya hidup seperti tersebut. Hidup serumah tanpa ikatan nikah dianggap normal. Pasangan lesbi dan gay, manakala keluarga, lingkungan dan teman-temannya tahu keadaan mereka sebenarnya, bukannya diselamatkan, malah disupport. Dianggap normal saja, no problem!

    Film-film remaja tak kalah dahsyatnya. Semuanya mengarahkan remaja kita untuk hidup bebas, mewah, tanpa arah. Itu karena anggapan bahwa nilai-nilai yang baik tak laku, tak menghasilkan duit. Media sudah terjebak pada jalan pintas. Sejumlah stasiun televisi mempertontonkan tayangan vulgar, mengeksploitasi tubuh perempuan, dan memperdengarkan hinaan, serapah, yang diplot sebagai hiburan. Padahal yang seperti itu bukanlah hiburan, melainkan merusak alias tidak mendidik. Tatkala film nasional yang katanya sedang bangkit malah menjual cerita, tema, dan adegan-adegan murahan (ngeseks, hidup bebas/hedonis, perselingkuhan), nampak sesungguhnya justru kian melengkapi “sakit”nya sebagian besar masyarakat kita. Belum lagi jenis film yang sengaja diproduksi untuk membentuk opini agar orang ragu terhadap Islam. Ingin membuat imej buruk tentang Islam.

    Bagaimana masa depan negeri ini 5, 10, 20 tahun mendatang?

    Inilah akibatnya apabila media-media di tanah air dikuasai oleh kalangan sekuler, akhirnya ajaran agama digunakan untuk semata jualan. Contohnya, ustaz-ustaz yang berseliweran di televisi juga bukan orang-orang yang memang mengerti benar tentang al-Qur’an dan sunnah, yang mengetahui bagaimana manhaj Salaf al-shalih, dan paham kitab-kitab mu’tabar para ulama klasik. Sebaliknya, yang dipakai adalah orang-orang yang dipajang sebagai ustaz-ustaz kompromis yang isinya nihil besar, bertarif alias cuma kejar tayang, dan tidak bernilai dakwah. Mengapa tidak bernilai dakwah? Karena tidak menyampaikan apapun yang sesuai dengan al-Qur’an, Sunnah, dan Manhaj atau cara beribadah orang-orang terdahulu yakni generasi emas Islam, generasi Salaf al-Shalih.

    Implikasinya adalah lihat ruang publik di negara ini, diisi oleh pemuda-pemudi yang berani mengumbar aurat, mempertontonkan kemaksiatan, dan berperilaku jauh daripada akhlak. Kemerosotan-kemerosotan ini disebabkan, makin merajalelanya tayangan-tayangan televisi yang sangat tidak mendidik serta tidak membawa nilai-nilai dakwah yang mengedepankan penanaman akhlak yang jelas serta sesuai ajaran agama. Oleh karena itu, sudah saatnya pula bagi para orang tua untuk belajar mematikan televisi dan mengatur tayangan yang sesuai bagi anak, khususnya bagi para remaja di mana pada usia remaja justru merupakan usia yang paling rentan. Kembalikan sistem pendidikan dan pengajaran anak kepada agama terus menerus dan tidak berhenti agar generasi umat Islam Indonesia terbentengi dari hal-hal yang dapat menghancurkan akidah, akhlak, dan pengamalan syariat secara keseluruhan, baik di ruang privat maupun di ruang publik.

     

     

     

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Pergi ke atas
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal