Jangan Kirim Atlet Indonesia, Ada Freemasonry di Olimpiade 2012

Mengapa Indonesia semestinya tidak mengirimkan atlet ke ajang Olimpiade 2012? Jawabannya adalah karena di balik ajang tersebut tersembunyi misi jaringan organisasi dunia Freemasonry yang mana di abad 21 ini sudah mulai berdakwah secara terang-terangan. Bukan rahasia lagi apabila dunia ini tengah berada dalam cengkeraman Freemason, sebuah organisasi sekular dan pemuja Dajjal. Segala bidang satu persatu dikuasai oleh mereka. Termasuk dalam bidang olahraga. Mereka kerap menggunakan simbol-simbol esoteris dan pagan dalam mengembangkan dan menyebarkan ajaran mereka. Seperti lambang mata horus yang juga terdapat dalam uang satu dollar Amerika Serikat. Namun di dalam ajang Olimpiade 2012, lambang Horus Eye atau All Seeing Eye itu dimodifikasi sedemikian rupa sehingga tampak menarik, lucu, dan disukai oleh semua orang yang akan dengan mudah terhipnotis atau tanpa sadar menerimanya serta tidak mengecek apa yang berada di balik penggunaan simbol-simbol tersebut dalam sebuah kompetisi olahraga.

1332354961819104774

1332355093150085536

Untuk mengubur kecurigaan masyarakat dunia tentang maskot yang diberi nama Wenlock dan Mandeville itu, mereka berdalih bahwa simbol tersebut menampilkan dua tetes baja dari industri baja di Bolton sebagai simbol semangat. Padahal itu semua hanya ilusi guna merekayasa pandangan dunia. Dan satu lagi pesan tersembunyi yang tertera di gambar maskot tersebut adalah adanya logo yang bertuliskan london beserta lambang klasik cincin olimpiade. Namun sesungguhnya jika kita jeli maka akan didapatkan sebuah anagram yang akan menampilkan maknanya.

13323555721971079596Jika kita memecah logo ini menjadi kepingan puzzle, maka akan kita dapatkan sesuatu yang bertuliskan:

13323556521765106389

Yak, Zion alias Zionisme. Sudah barang tentu sama-sama kita ketahui bahwa organisasi zionis berusaha menguasai Timur Tengah dengan mendirikan negara Israel Raya dengan mencaplok, tidak hanya Palestina, namun nantinya adalah seluruh wilayah di Jazirah Arabia. Manuver zionis tidak hanya menguasai media-media di seluruh dunia, tetapi juga menguasai pasar modal, dan lembaga-lembaga dunia. Bahkan di Amerika Serikat, mereka mempunyai perkumpulan tersendiri yang doyan melobi gedung putih dan kongres agar mengeluarkan kebijakan-kebijakan demi kepentingan mereka. Salah satunya yang terbaru adalah menggunakan keanggotaan Amerika di sejumlah organisasi internasional untuk menekan anggota lainnya agar bungkam terhadap kejahatan Rezim Zionis Israel.

Apakah Indonesia harus turut berpartisipasi demi kepentingan Freemasonry lewat underbow-nya zionis ini? Ingatlah sabda Nabi bahwa, “Man Tasyabbaha Biqaumin Fahuwa Minhum. Barang siapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk dari golongan mereka (kaum yang diserupainya itu).” Oleh karena itu Indonesia sebagai negara yang pro atas kemerdekaan Palestina, dan juga penduduk Indonesia yang mayoritas muslim, sudah seharusnya memboikot ajang-ajang yang disponsori atau dijadikan media dakwah Freemasonry.