Sudah Seharusnya Konser Lady Gaga Diharamkan MUI

Mengenai isu pengharaman konser Lady Gaga oleh MUI sejatinya telah memunculkan dua hal; kecewa sekaligus harapan. Kecewa karena hal tersebut hanya jadi wacana yang dilontarkan ketua MUI ketika melarang umat muslim menonton Lady Gaga. Begitu juga kecewa karena yang dijadikan alasan adalah hanya persoalan pakaian yang mengumbar aurat namun tidak disinggung mengenai siapa sesungguhnya Lady Gaga. Padahal telah banyak artikel yang membahas keterlibatan Lady Gaga dengan Freemasonry. Bahkan ada yang mengatakan bahwa Lady Gaga adalah agen Freemasonry dalam menyebarkan ajaran pemujaan terhadap berhala dan setan. Seperti beberapa simbol Illuminati yang muncul dalam klip dan poster dirinya. Di antaranya;

13323578771040469003

13323579851536451048

Oleh karena itu muncul harapan bagi MUI agar tidak hanya melontarkan wacana atau nasihat belaka, melainkan benar-benar memfatwakan haramnya menonton konser Lady Gaga. Sebab MUI adalah benteng utama dalam menyaring serangan pemikiran dan ajaran yang dapat merusak akidah umat Islam di Indonesia. Terutama terhadap generasi muda Indonesia, Freemasonry telah menjadikan mereka lahan garapan untuk dicuci otak agar menerima dengan mudah ajaran mereka melalui media dan instrumen budaya populer seperti musik dan olahraga. MUI harus tidak boleh malu-malu lagi mengakui bahwa geliat sepak terjang Freemasonry di Indonesia sudah demikian luas dan besar pengaruhnya. Perihal apakah nantinya ada umat Islam yang tetap menonton konser tersebut adalah persoalan individu mereka. Tetapi bagaimanapun juga sebagai institusi yang melayani agama dan umat Islam, MUI sangat perlu mengeluarkan fatwa-fatwa di tengah masyarakat terutama yang menyangkut keteraturan di ranah publik. Tuntunan agama tetap diperlukan umat agar tidak tergerus arus zaman yang semakin lama menjauh dari ajaran agama.